Showing posts with label Islamik. Show all posts
Showing posts with label Islamik. Show all posts

Rahsia Dimiliki Wanita : Perkara Yang Tersembunyi


1. Wanita Perlu TAAT pada suami tetapi lelaki WAJIB TAAT pada IBUNYA..

2. Wanita perlu mengandungkan dan melahirkan anak tetapi seiap saat mereka didoakan oleh segala mahluk , Malaikat..Dan jika mati ketikamelahirkan, tarafnya adalah MATI SYAHID..

3.  Diakhirat lelaki dipertanggungjawabkan 4 wanita..

     a. Isterinya.

     b. Ibunya.

     c. Anak Perempuannya.

     d. Saudara Perempuannya.

4.  Seorang wanita tanggungjawabnya ditanggung oleh 4 lelaki..

     a. Suaminya.

     b. Ayahnya.

     c. Anak Lelakinya.

     d. Saudara Lelakinya.

5.  Wanita boleh memasuki pintu syurga dengan 4 syarat...

      a. Solat.

      b. Puasa.

      c. Taat Pada Suami.

      d. Menjaga Kehormatannya.

6.  Lelaki perlu berjihad Fisabillillah tetapi wanita hanya perlu TAAT pada suaminya untuk mendapat pahala yang sama.

MANUSIA YANG BERMANFAAT.

"Jadilah anda manfaat kepada yang lain, itu kata Rasulullah ﷺ. 'Khairunnas anfa’uhum linnas', 'Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat kepada yang lain'."

"Jangan kita mencari orang supaya manfaat buat kita. Kalau kita ini selalu menunggu supaya orang manfaat buat kita, itu salah. Jadilah kita ini manusia yang bisa manfaat buat yang lain."

"Anda begitu, saya begitu nanti yang lain juga begitu akhirnya timbullah satu kesatuan manfaat. Kalau sudah manfaat semuanya tidak ada orang yang saling mencaci. Yang ada saling menghormati, yang ada saling kasih sayang."

Al-Habib Syech Abdul Qadir As-Seggaf
Halaqah TV9 : Mega Maulid Solo

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Malam Pertama Dalam Kubur


Bagaimana suasana malam pertama di alam kubur… Bagaimana kedasyatan siksaannya…? Dosa-dosa apakah yang menyebabkan siksaan kubur…? Bagaimana kaedah menjemput kematian terindah…?

“Setiap yang bernyawa pasti merasai mati, Wahai jiwa yang tenang, Pulanglah kehadrat Tuhan mu dengan gembira dan diredhai, masuklah dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuk pula dalam syurga-Ku…”

Pada hari itu ia begitu bahagia, menikmati indahnya alam ciptaan Allah, bersama anak dan keluarga, penuh keceriaan, hidup dalam kesenangan dan kehidupan yang terjamin, tertawa melihat telatah anak-anaknya, demikian pula dia ditertawakan oleh anak-anaknya… lalu tiba-tiba ia didatangi oleh suatu malam, malam disaat dia dijemput oleh kematiannya…
Sakarat….. Sakaratul Maut….

“Dan datangnya sakaratul maut itu benar… Itulah yang kamu selalu lari dari padanya… Ditiuplah sangkakala Hari terlaksananya Ancaman… Setiap jiwa datang dengan malaikat yang jadi saksi… Sungguh kami lalai akan kenyataan ini… Maka kami singkapkan kakitanganmu, pada hari itu hingga penglihatanmu menjadi jelas” (Qaf: 19-22).

Malam itulah malam pertama ia berada dalam alam kubur… sendiri dikecam oleh kesunyian, tanpa anak dan isteri/suami juga sahabat karib… yang ada hanyalah amal… inilah malam pertama anak kita menjadi yatim, dan isteri/suami kita menjadi janda/duda… malam pertama yang menggusur dari tempat tidur yang empuk menuju dinginnya tanah berselimutkan kafan… inilah malam yang mengusir kita dari rumah mewah dan megah.. menempati liang lahad yang gelap dan sempit… kelmarin malam kita masih berpesta, makan dan minum bersama sahabat karib… tiba-tiba kita masuk pada malam pertama dimana kita menjadi santapan cacing tanah dan serangga… pada malam ini kita baru sedar..

Ternyata… HARTA, KELUARGA, PEKERJAAN yang keras kita mencarinya sampai lalai dari mengingati Allah… tidak sedikitpun daripada semua itu menemani dan membela kita…
Allah SWT berfirman, “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk kedalam kubur, janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu” (At-Takatsur: 1-3)

Inilah malam episod pertama dari alam akhirat, kuburan boleh menjadi taman syurga, sebaliknya ia boleh menjadi satu lubang dari lubang-lubang neraka… inilah kematian datang dengan tiba-tiba… ia datang tepat pada waktunya… tidak lambat dan tidak cepat… meragut dengan paksa, melenyapkan segala nikmat dunia.. tidak pernah menilai kita tua atau muda, kaya atau miskin, sihat atau sakit… ia datang untuk mengeluarkan manusia dari alam kehidupan yang selama ini kita jalani.. ketahuilah rumah yang kukuh dan megah tidak akan mampu membentengi datangnya sang pencabut nyawa…
Banyaknya wang di bank tidak mampu memberi rasuah kepada Malaikat untuk undurkan waktu kematiannya… inilah realiti kematian… sudah bersiapkah kita menghadapi malam pertamanya… Bukankah Rasulullah Saw ada bersabda “ Orang yang bijak adalah yang sentiasa mengingati mati di antara kamu, dan ada bekalan setelah kematiannya..” Marilah kita siapkan bekalan untuk menjadi penyinar di alam kubur nanti… demi Allah, tiada yang sanggup menerangkannya melainkan dengan iman dan amal yang soleh..

Metode Menjemput Kematian…

“Kematian adalah nasihat terbaik dan guru kehidupan, sedikit sahaja kita lengah dari memikirkan kematian, maka kita akan kehilangan guru terbaik dalam kehidupan”
Sesungguhnya manusia telah memilih bagaimana akhir hidupnya… dan pilihan itu ada pada bagaimana ia menjalani kehidupannya… sebagaimana ia menjalani kehidupannya seperti itulah berakhirnya kematiannya… kerana sesungguhnya dengan menjalani kehidupan bererti kita sedang menuju kepada kematian kita…

Pernahkah kita mendengar berita tentang seorang penzina mati di katil hotel diatas perut pasanganya… seorang penagih dadah mati ketika menghisapnya… dan para penjudi mati diatas meja judinya… begitu juga kita pernah mendengar ahli ibadah mati di atas tikar sejadahnya…

Alangkah malangnya, saat ajal tiba kita masih berlumur dosa berbalut nista… inilah malam pertama kita DI ALAM KUBUR… sendiri, di cekam sepi gelap yang tidak pernah terbayang…

hilanglah sudah… semua gemerlapnya DUNIA…
RUMAH dengan jerih payah bertahun-tahun telah kita bangunkan…
ISTERI/SUAMI dan pengabdiannya begitu tulus…
ANAK, yang padanya darah daging kita…
ORANG TUA yang titisan kasih sayangnya.. mengalir di tubuh kita… dan
PEKERJAAN, yang bermati-matian kita habiskan waktu untuknya…
KERETA MEWAH yang selalu menjadi kebanggaan… tapi kini hari itu telah pergi… masa pun telah tiada… yang tersisa hanya dosa… yang terus terbayang…

TERINGAT… akan ISTERI/SUAMI yang sentiasa dinafikan hak-haknya…
ANAK, yang telah kita kotori tubuhnya dari nafkah yang HARAM…
ORANG TUA, yang di sisa hidupnya belum sempat dibahagiakan…
SAHABAT KARIB, yang meminta bantuan kita biarkan… dan
KAWAN-KAWAN, yang telah banyak kita kecewakan…

Ya ALLAH, masihkah ada hari milik-Mu untukku… agar boleh ku lunaskan segala urusan… lilitan hutang yang belum terbayar…
banyaknya AMANAH dan KEPERCAYAAN yang tidak disampaikan…
beribu JANJI yang sering diingkari…
dan WANG RASUAH, yang telah kita nikmati dan kita bagi…
namun kini, PINTU-MU… sudah tertutup rapat… bertaubat sudah terlambat, menyesali diri sudah tidak bererti… dan tinggallah sendiri menanggung beban DOSA dan KESALAHAN yang tidak terMAAFKAN…

merasakan PENDERITAAN yang PANJANG yang tiada berakhir… SEKARANG, adakah dalam hati kita MATI itu sebagai PENASIHAT..??? Semoga selagi masih ada waktu…

Fasa-Fasa Alam Kubur

Kesempitan kubur, pertanyaan malaikat, azab atau nikmat kubur, ditempatkannya ruh dan kebangkitan…

Alam kubur adalah alam perantaraan kehidupan dunia dan akhirat yang dimulai setelah kematian dan berakhir selepas kebangkitan… selama masa ini, seorang yang beriman merasa bahagia… sementara orang kafir merasa sengsara… orang yang sudah mati akan dihimpit dalam kubur… siapa pun ia kafir atau muslim akan merasakan himpitan kubur… bezanya penyimpitan yang dirasakan seorang mukmin tidak berlaku selamanya, tidak seperti orang kafir yang akan berterusan himpitan kuburnya sampai hancur tulang-tulangnya…

Sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Sesungguhnya kubur itu memiliki himpitan, seandainya ada orang yang selamat darinya, maka selamatlah Sa’ad Bin Mu’adz…” Sa’ad Bin Mu’adz akan mengalami himpitan kubur, padahal ia adalah seorang pemimpin penuh kemuliaan, kematiannya menggoncangkan ‘Arasy, dibukakan baginya pintu-pintu langit, Kasyahidannya disaksikan oleh 70 ribu malaikat…

Hadis yang diriwayatkan oleh Nasa’I dari Rasulullah SAW: “Kematiannya menggoncangkan ‘Arasy, dibukakan baginya pintu-pintu langit, pintu yang banyak, Kesyahidannya disaksikan oleh 70 ribu malaikat, maka sungguh ia mengalami himpitan kubur, kemudian Allah melapangkanya.”

Apabila Sa’ad Bin Mu’adz seorang pemimpin yang besar, hamba Alah yang soleh dan mendapatkan mati Syahid mengalami himpitan kubur… bagaimana dengan kita..? Allahuakhbar… Ya Allah Terimalah taubat-ku… selamatkanlah aku dari azab kubur…

Rasulullah SAW bersabda “Seorang manusia apabila diletakkan dia di dalam kuburnya dan sahabatnya berpaling pulang sedang ia mendengar suara sandal mereka akan datang kepadanya dua malaikat dan mendudukkannya dan bertanya… SIAPAKAH TUHAN-MU…?, SIAPAKAH NABI-MU…?, APAKAH AGAMA-MU…?… dia menjawab, ALLAH ADALAH TUHAN-KU… MUHAMMAD ADALAH NABI-KU… ISLAM ADALAH AGAMA-KU…

Terdengarlah seruan dari langit, “Benar.. Hambaku, hamparkan baginya tikar dari syurga, lalu angin dan wangi syurga datang kepadanya kemudian kubur diluaskan seluas mata memandang, seorang yang rupawan datang menemaninya, yang tiada lain itulah amal solehnya.” (Hadis riwayat Ahmad, Abu Daud, Hakim dan Baihaqi).

Benarkah kita… boleh menjawabnya…? Dari lisan yang jarang menyebut Asma-Nya… dan ibadah yang sering kita remehkan… Serta sunnah Rasul… yang kita abaikan… pada saat itu… kita hanya mampu menjawab… TIDAK… TIDAK… TIDAAAKKKKK…

Terdengarlah suara penyeru dari langit… Hambaku ini seorang pendusta… Hamparkan padanya tikar dari api neraka, bukakan baginya pintu neraka, panas dan keringnya neraka mendatanginya… Kubur disempitkan sampai pecah tulang-tulangnya… seorang berwajah buruk berpakaian buruk dan berbau busuk datang kepadanya… Yang tiada lain itulah amal buruknya…
Tragedi… Siksa Kubur

“Aisyah Ra bertanya tentang azab kubur, Rasulullah SAW menjawab: Ya, azab kubur pasti ada.” (HR. Bukhari – Dalam Kitab Al-Janaiz).

“Aisyah Ra meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW berdoa dalam solatnya, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur…” (HR. Mutafaqun Alaih).

“Ketika orang-orang yang derhaka kepada Allah tidak mampu menjawab pertanyaan malaikat, lalu ia dipukul dengan besi… hingga ia menjerit dengan teriakan yang sangat keras… didengar oleh semua makhluk Allah, kecuali Jin dan Manusia,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Saatnya kita menyaksikan… kejadian nyata tentang siksa kubur yang berlaku di Jazirah Arab… Seorang pemuda yang dikeluarkan dari kuburnya setelah beberapa jam dia dikuburkan… Akibat mengalami azab kubur, pemuda tersebut telah berubah wajah dan jasadnya… Pemuda tersebut merupakan remaja muslim yang meninggal pada usia 18 tahun… seorang pemuda yang rosak akhlak dan agamanya… dan sering melalaikan solat… hampir tiga (3) jam pemuda tersebut dikuburkan, pihak keluarga meminta kubur tersebut digali semula untuk keperluan tertentu…

Dan apa yang terjadi selepas mayat tersebut dikeluarkan… pandangan yang sangat mengaibkan… Rambut yang hitam menjadi putih… Dari mulut dan hidung keluar darah yang masih merah pekat… seperti baru mengalami siksaan kubur yang sangat keras… seperti ada yang memukul dibahagian belakang kepalanya… dengan wajah seperti dilemas dan membeku…

Bagi seorang muslim… ini adalah pengajaran yang sangat-sangat berharga agar segera memperbaiki hidupnya… dengan bertaubat dari dosa-dosa yang telah dilakukan…Sementara itu… sebagai pengajaran dan iktibar untuk kita…

Suara jeritan jutaan manusia di alam bumi yang lain… di sebuah lubang galian yang berada di daerah Siberia… Dr. Azzacove bersama kumpulannya telah melakukan sebuah kajian tentang pergerakan perut bumi di daerah Siberia, Rusia… kemudian mereka memasang alat pembesar suara supersensitive untuk mendengar suara pergerakan perut bumi… sebuah penemuan yang sangat mengejutkan, ketika mesin penggali sampai pada salah satu perut/kulit bumi… dari ruang/alam bumi yang lain, terdengar suara manusia berteriakan sangat keras dalam kesakitan… bahkan suara jeritan itu jumlahnya bukan seorang tetapi ribuan bahkan jutaan orang… sebagai seorang muslim kita tidak akan ragu lagi bahawa suara tersebut adalah suara manusia yang sedang disiksa di ALAM KUBUR…

Sebab-Sebab Siksa Kubur…

Ibnu Qoyyim Rahimahullah, dalam kitab Ar-Ruh menyebutkan ada beberapa dosa dan maksiat yang dapat menyebabkan kita disiksa di ALAM KUBUR, diantaranya :
1. Melalaikan Solat
2. Membaca al-Quran kemudian melupakannya
3. Tidak bersuci setelah membuang hadas kecil
4. Berkata bohong
5. Tidak membayar zakat
6. Corak kehidupan yang berlebih-lebihan
7. Memakan riba
8. Rasuah
9. Memfitnah sesama saudara muslim
10. Khianat terhadap amanah
11. Enggan menolong sesama muslim
12. Meminum arak
13. Berzina
14. Membunuh

“Wahai anak Adam… Sesungguhnya apa yang kau minta dari-Ku… dan yang kau harapkan dari-Ku… Ampunan-Ku bagimu yang meminta dan tidak bagi yang enggan…”

“Wahai anak Adam… Meskipun dosamu sepenuh petala langit… kemudian engkau meminta ampun pada-Ku… Ampunan-Ku bagimu dan tidak bagi yang enggan…”

“Wahai anak Adam… Seandainya kau datang pada–Ku dengan kesalahan seluas bumi… kemudian engkau datang kepada-Ku… dan tidak berbuat syirik pada-Ku dengan sesuatu pun… Sungguh Aku akan berikan kepadamu ampunan…”

Ya Allah… terimalah taubatku… Ya Allah… terimalah taubatku… Ya Allah… terimalah taubatku…
Alangkah bahagianya… seandainya maut menjemput kita sedang berurai air mata merasakan manisnya iman dalam sujud penghambaan… rindu akan perjumpaan dengan-Nya…

Alangkah indahnya air mata yang selalu berlinang dari munajat seorang anak soleh kepada Allah… Merindukan kemuliaan dan keselamatan bagi kedua orang tuanya… taburan doanya menjadi cahaya yang menerangi dari gelapnya ALAM KUBUR…

Doa-doanya menghantar kepulangan orang tuanya pada Allah dalam Husnul Khatimah… rintihan dan munajatnya menjadi benteng yang kukuh sebagai penghalang dari azab dan siksa kubur… Doa yang tiada terputus mengalir dari ketulusan dan keheningan hati agar orang tuanya dalam kasih sayang Allah…

Rujukan :
1. Kitab Ar-Ruh : Ibnul Qoyyim,
2. Kitab Al-Janaiz : Imam Bukhori,
3. Kitab Awwalu Lailatin Fil Qobr : Dr. Aidh Al-Qorni,
4. The Spectacle Of Death : Khwaja Muhammad Islam,
5. Grave Punishment : Al-Sunna.

Sumber : https://www.facebook.com/notes/von-edison-alouisci/malam-pertama-dalam-kubur/232341356782583

Kisah Pengajaran


Kisah pengajaran, Nauzubillah, menitis air mata membaca kisah ini...

'Mak,mana baju sue.dah cuci ke belum?'..soal sue dengan kasar kepada ibunya.

'Maaf.mak baru jemur tadi.badan mak sakit2 nak..',jawab makcik timah dgn nada yang lemah.

'Mak nie kan,kalau dah menumpang buatlah cara menumpang.benda mudah pun tak tahu..issh.menyusahkan..',herdik sue kepada ibunya.

'sampai hati kau ckp aku mcm nie sue.aku nie mak kau,bukan org lain..',kata makcik timah lagi.berlinang air matanya,saat diherdik oleh anaknya sendiri.

'suka hati maklah.saya nak pergi kerja nie..jaga anak2 sue tu..',perintah sue dengan nada yang kasar.

Sue dan suami nya pun pergi kerja.semasa dalam perjalanan pergi ke kerja,tiba2 mereka kemalangan.kemalangan nya agak teruk.sehinggakan suami sue meninggal dunia,dan sue pulak cedera parah.dirumah pula,makcik timah sibuk melayan cucu2nya.tiba2 telefon berdering.

'hello,nie rumah puan suzana binti ibrahim ke??',tanya si pemanggil tersebut.

'ye,dia anak saya.saya ibunya.kenapa encik..',soal makcik timah lagi.

'anak dan menantu makcik kemalangan.menantu makcik dah xde.anak makcik keadaan die teruk..',jawab si pemanggil dgn nada lembut.

Makcik timah terkejut bila mendapat tahu perkara tersebut.makcik timah pun cuba meminta bantuan kepada jiran2nya.tetapi malangnya,hanya jiran nya yang suri rumah shj dirumah.kebetulan jiran tersebut,xde kereta.sebab suami jiran tersebut sedang pergi ke kerja.terpaksa makcik timah meminta tolong kpd jirannya td utk menjaga cucu2nya,kerana dia nak pergi ke hospital menggunakan teksi.semasa dlm perjalanan mencari teksi,tiba2 makcik timah dilanggar kereta.tapi malangnya,makcik timah terus mhembus nafas nya yang terakhir ditempat kejadian tersebut..tidak sempat dia melawat anaknya yang terlantar di hospital.

Dihospital pula,keadaan sue semakin teruk dan nazak.hanya menunggu saat dia utk mhembuskan nafas terakhirnya..keadaan nafas sue semakin sesak.doctor,polis dan nurse telah mendapat tahu bahawa ibu sue kemalangan dan meninggal dunia ditempat kejadian.dada sue semakin rancak bergerak,kerana susah utk bernafas.Tepat pukul 10:00 pagi,sue menghembus nafas terakhir,tanpa sempat mengucap 2kalimah syahadah dan juga memohon maaf kepada ibunya..

Hormatilah ibu kita..kerana syurga dibawah tapak kaki ibu kita.jadilah anak yang soleh/solehah..jauhkan diri dari sifat derhaka kepada ibu.

Rasulullah s.a.w pernah bersabda 'sesungguhnya Allah mengharamkan ke atas kalian berbuat derhaka kepada ibu kamu..'(HR Bukhari)

Sejarah Masjid Paloh, Ipoh , Perak


Masjid Paloh Ipoh di bina semula pada tahun 1912 selepas Haji Long Mohd Kassim meninggal dunia.. Nama Asal Masjid Paloh ialah Mohamedan.. Ada tiga orang penyumbang untuk membina Masjid Paloh iaitu yang pertama Toh Puan Saripah Binti Duakap.. Yang kedua Datok Panglima Bukit Gantang Mahmud Bin Mohd Taib dan yang terakhir sekali ialah  Hj Long Mohd Kassim Bin Ngah Banja Jugra Bin Pandak Maon Bin Panglima Kinta Ngah Sudin . Geran Tanah Masjid Paloh Ipoh Hak Milik Toh Puan Saripah Binti Duakap dan beliau tidak mempunyai anak..

Fatwa & Nasihat Sheikh Dr Yusuf al-Qaradawi, Sheikh Atiyah Saqr dan Sheikh Salih Fauzan tentang menipu & April Fool



Pada 1 April setiap tahun, sebahagian masyarakat menyambut hari tersebut dengan mengadakan perbuatan menipu atau gurauan untuk mengenakan orang lain. Mereka memanggil tarikh 1 April ini sebagai April Fool.

Kita sedia maklum bahawa April Fool bukanlah budaya kita, tetapi ia merupakan budaya yang dibawa masuk dari Barat. Dan ISLAM juga sangat-sangat melarang ummatnya melakukan perbuatan menipu dengan sengaja, walau dalam bentuk apa sekalipun, samada dalam bentuk gurauan ataupun bukan.

Mari kita lihat beberapa pendapat `ulama muktabar berkaitan isu April Fool ini:

1) Sheikh Dr. Yusuf al-Qaradawi:

Beliau menyebutkan bahawa menipu adalah satu sifat yang buruk. Ia tidak layak diamalkan oleh manusia yang berakhlak dan beriman. Bahkan ia adalah satu petanda kemunafikan. Ini kerana Rasulullah sallAllahu `alaihi wasallam bersabda:

“Orang munafik mempunyai tiga ciri: Dia menipu, tidak menepati janji, dan tidak menunaikan amanah.” [HR al-Bukhari dan Muslim]

Rasulullah sallAllahu Alaihi Wassalam memberikan amaran ke atas perbuatan menipu dengan tujuan menghiburkan manusia. Baginda sallallahu `alaihi wasallam bersabda:

“Kecelakaan ke atas sesiapa yang menipu untuk menghiburkan manusia, kecelakaan ke atasnya, kecelakaan ke atasnya.” [HR Abu Daud, at-Tirmizi, dan an-Nasai’e]

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam juga bersabda:

“Seseorang itu tidak dikira benar-benar beriman hinggalah dia meninggalkan penipuan yang bertujuan untuk bergurau dan meninggalkan berdebat walaupun dia membawa kebenaran.” [HR Ahmad dan At-Thabrani].

Sebahagian hadis Nabi sallallahu `alaihi wasallam turut memberikan amaran ke atas umat Islam daripada menakutkan orang lain sama ada secara serius mahupun bergurau. Rasulullah sallAllahu `alaihi wasallam bersabda:

“Tidak dibenarkan seseorang menakutkan seorang Muslim.” [HR Abu Daud]

Oleh kerana itu, menipu adalah dilarang di dalam apa bentuk pun. Sambutan ini (hari April Fool) adalah dilarang kerana empat sebab:

Larangan menipu yang sudah termaktub di dalam al-Quran dan as-Sunnah.
Kesedihan dan ketakutan yang tidak berasas (yang disebabkan penipuan itu) yang mungkin boleh menimpa seseorang mahupun kesemua ahli keluarganya walaupun hanya untuk satu jam.
Pengkhianatan ke atas kepercayaan yang diberikan.
Meniru budaya buruk yang bukan milik kita, iaitu penipuan.

2) Sheikh Atiyyah Saqr:

Adalah menjadi kesepakatan kesemua agama dan akal yang waras bahawa kejujuran itu satu kebaikan, dan penipuan adalah lawannya. Untuk menyatakan kebenaran, kata-katamu hendaklah menerangkan realiti, sedangkan untuk menyatakan penipuan adalah dengan menyampaikan apa yang bercanggah dengan apa yang kamu katakan mahupun lakukan. Seburuk-buruk pendustaan adalah sumpah yang palsu, bahkan itu adalah satu bentuk kemunafikan.

Penipuan adalah dilarang kecuali ia dilakukan dalam keadaan dharurat. Di dalam kes tersebut, kaedah “dharurat menjadikan yang haram harus” digunakan. Dharurat hanya boleh diambil apabila tiada pilihan lain. Salah satu bentuk penipuan yang dibenarkan ialah apa yang kita panggil sebagai helah, iaitu menggunakan perkataan yang membawa lebih daripada satu maksud. Umat Islam mungkin boleh mengambil pemahaman yang positif daripada penafsiran perkataan (yang mempunyai dua makna) tersebut.

Diriwayatkan bahawa penipuan dibenarkan untuk memberikan manfaat, bukan untuk melakukan kerosakan. Rasulullah sallAllahu `alaihi wasallam bersabda:

“Seseorang yang mendamaikan di antara dua insan dan berkata perkara yang baik, walaupun ia tidak benar, bukanlah seorang penipu.” [HR al-Bukhari dan Muslim].

Ummu Kalsum binti ‘Uqbah turut berkata, di dalam tambahan lafaz ke atas hadis itu, “Aku tidak pernah mendengar Rasulullah sallAllahu `alaihi wasallam membenarkan menipu kecuali di dalam tiga situasi; ketika perang, untuk mendamaikan di antara dua pihak yang bertelagah, dan perbualan biasa antara suami isteri.” Apa yang dimaksudkan dengan perbualan biasa antara suami isteri ialah untuk meredakan kesusahan di dalam kehidupan. [Islamonline.net]

3) Sheikh Shalih Fauzan:

Di dalam laman islamqa.com fatwa nombor: 10834, beliau menyatakan bahawa:

Penipuan adalah tidak dibenarkan langsung, pada bila-bila masa sahaja. Bahkan adalah tidak dibenarkan untuk meniru orang kafir dan menjadi seperti mereka, sama ada pada hari ini (hari April Fool), mahupun pada hari-hari yang lain. Ini kerana Rasulullah sallAllahu `alaihi wassalam bersabda:

“Barangsiapa yang menyerupai sesuatu kaum, maka dia sebahagian daripada mereka.”

Berdasarkan fatwa-fatwa di atas, kita akan mendapati bahawa budaya April Fool jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang menuntut umat Islam sentiasa bersifat jujur.

Muslimin/muslimat sekalian,

Jika tanpa melihat fatwa dan pandangan ulama pun, kita sedia maklum bahawa amalan menipu melanggar etika seorang manusia yang bermoral. Tiada satu pun manusia yang normal fikirannya yang suka atau rela dia ditipu.

Apatah lagi ditambah lagi dengan komen-komen para ulama yang disertakan hadith-hadith Nabi sallAllahu `alaihi wasallam yang melarang kita menipu, maka ternyatalah bahawa tradisi April Fool ini wajar dihentikan dan ditinggalkan oleh mereka yang selalu menyambutnya, walau untuk tujuan bergurau!

Saka


Maksud Saka :

Perjanjian yang dibuat nenek moyang satu ketika dahulu dengan jin atau iblis laknatullah untuk tujuan mendapat kehebatan tertentu, untuk mendapat kecantikan, kekuatan perbidanan, persilatan, perlindungan tertentu dengan syarat-syarat yang ditentukan dalam jangka masa yang tertentu iaitu sehingga 7 keturunan.

Saka boleh berpindah/diturunkan dengan cara:


1) Boleh berpindah kepada anak cucu yang mengamalkan apa-apa jampi yang diambil daripada si mati (nenek moyang)
2) Boleh berpindah kepada anak cucu yang menyimpan mana-mana barang peninggalan si mati (kepunyaan nenek moyang). Contoh barang-barang seperti lembing, keris (barang-barang persilatan) rantai, subang, gelang (barangan kemas wanita)
3) Boleh berpindah kepada anak cucu yang tinggal bersama si mati (nenek moyang) semasa si mati hidup
4) Boleh berpindah kepada anak cucu yang kuat pegangan agama

Tanda-tanda mempunyai Saka:


(Tanda-tanda ketika tidur)


1) Sentiasa bermimpi jatuh dari tempat yang tinggi (terkejut)
2) Sentiasa bermimpi berada di kawasan yang kotor atau kawasan perkuburan
3) Bermimpi berada di awang-awangan
4) Bermimpi benda-benda tajam mengancam diri
5) Bermimpi binatang mengejar dalam mimpi (mimpi yang bahaya)
6) Bermimpi dipatuk atau dibelit ular
7) Sentiasa bermimpi menyusui atau meribai atau mendukung bayi kecil (sesiapa yang sering bermimpi seperti ini, 80% confirm mempunyai saka berdasarkan pengalaman ustaz sharhan sendiri merawat pesakit)
8) Bermimpi melihat lembaga-lembaga pelik didalam tidur
9) Mengigau ketika tidur
10) Sentiasa bermimpi orang memberi barang atau bungkusan didalam mimpi
11) Sentiasa ditindih semasa tidur

(Tanda-tanda ketika dalam keadaan jaga/sedar) 


1) Berdebar tanpa sebab
2) Mudah marah kepada perkara-perkara/kes yang kecil
3) Bangun daripada tidur terdapat kesan lebam atau cakaran pada tubuh (perempuan)
4) Sentiasa sakit dibahagian atas belakang
5) Mengantuk dalam majlis ilmu

Sempat Ustaz Sharhan mengijazahkan satu ayat bagi amalan untuk melindungi daripada saka dalam kehidupan kita.

إِنَّ رَبِّي عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ


"Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengawal dan Pemelihara tiap-tiap sesuatu." (Surah Hud ayat 57)

Sempat ustaz berpesan, tolong amalkan paling kurang sekali selepas solat. Jika tidak mampu atau sibuk, boleh baca secara 'cash', iaitu sekaligus dibaca 5 kali selepas solat Subuh atau Solat Isyak pada waktu malam.

"Wacana Al-Quran : Kehebatan Merawat dengan Al-Quran"
Masjid Al-Hasanah, Bandar Baru Bangi
30 Mac 2013

Fitnah Akhir Zaman


Assalammuailaikum...Hari ini nabila nak share sikit pasal fitnah akhir zaman....

Nabi kata dekat-dekat nak kiamat macam-macam benda boleh berlaku.. Fitnah akan berlaku...

Apa bendanya fitnahnya??

1) Kata Rasulullah Banyak Ahli Pidato Tetapi Sedikit Yang Alim..

* Hari ini dah berlaku dah.. Semua orang pandai bercakap tapi ilmu takde... Hari ini dah berlaku... Bekas penyanyi nak bercakap.. Bekas perlakon nak cakap... Ilmu takde pi cakap dengan orang ramai...

* " Kami nak cerita pengalaman kami dulu........ "
   - Hang nak cerita apa hang takde ilmu.... Hang nak cerita benda buruk buat apa.... Hang bukak aib hang  sendiri... Bila taknak bukak aib sendiri duk sibuk cerita ilmu... Ilmu takde... Nabi sebut dalam hadis, nabi kata apa " Banyak ahli pidato , ilmu takde "... Hari ini dah berlaku dah perkara ini... Hang tibai sikit, hang hentam sikit , hang naik.... Had tak reti hentam walaupon banyak ilmu duk bawah-bawah..


2) Banyak Orang Yang Bercakap Tapi Dia Tak Tahu Apa Benda Yang Dia Cakap

* Fitnah di akhir zaman itu apa dia ?? Banyak orang yang bercakap tapi dia tak tahu apa benda yang dia cakap... Betul atau Salah tapi dia cakap juga...


3) Pembunuhan Merata-Rata

* Yang ketiga kata nabi fitnah di akhir zaman itu apa?? Pembunuhan merata-rata... Hari ini kita tengok anak bunuh bapak.. Menantu bengaduh dengan bapak , anak masuk belah menantu dibunuhnya bapak dia... Jiran bergaduh dengan jiran... Laki bini bergaduh... Isteri 33 , jiran belah sini isterinya 45 bergaduh pom pam pom pam panggil suami, suami bawak kayu , suami yang belah sini pulak bawa parang ditebasnya kepala hampir putus...


Rujukan

Apa-apa saudara dan saudiri rujuklah video di bawah ni yer...nabila pon rujuk dari video tersebut...


Suara budak yang sangat merdu mengalunkan nasyid


Biodata :

Muhammad yang merupakan anak ke 10 daripada 12 orang adik beradik ini tinggal di Kg. Hutan Nangka, Besut. Kini Muhammad sedang belajar di Maahad Tahfiz Matlain Badrin, Besut.

Liriknya Lagu Yang Kedua Dia Nyanyi :

Al-Quran itu mutiara iman...
Memimpin umat dalam kegelapan..
Al-Quran itu petunjuk jalan...
Setiap bidang dalam kehidupan...
Agungnya Quran menghapuskan kejahilan...

Al-Quran itu petunjuk jalan...
Setiap bidang dalam kehidupan...
Agungnya Quran menghapuskan kejahilan...

Iman dan taqwa...
Membentuk jiwa...
Dari segala musibah melanda...
Al-Quran itu bawa cahaya...
Jadi pegangan sepanjang masa...
Sempurna hidup aman dan bahagia...

Al-Quran itu bawa cahaya...
Jadi pegangan sepanjang masa...
Sempurna hidup aman dan bahagia...

Ayuh kita renung sejenak...
Kejahilan itu kerugian...
Hadirkanlah sinar keimanan...
Kitab Al-Quran jadikan pedoman...
Ayuh kita bangun segera...
Bina bangsa majukan negara...
Kita lakarkan kejayaan...
Berpaksikan kitab Al-Quran...

Al-Quran itu mutiara iman...
Memimpin umat dalam kegelapan..
Al-Quran itu petunjuk jalan...
Setiap bidang dalam kehidupan...
Agungnya Quran menghapuskan kejahilan...

Agungnya Quran menghapuskan kejahilan...


P/s : Kalau liriknya tersilap maafkanlah saya yer...Sebab saya tulis lirik ini berdasarkan dengar dia nyanyi dalam video ni....Kalau ada yang salah harap tolong bagitahu saya yer....Sekian..Terima Kasih...

PERASMIAN DARUL BARAKAH

Tarikh : 24/2/2013 (Ahad)
Tempat : Stadium Mini Manjoi

Imam Muhammad Sharif Muhammad Imrani - Imam Masjid Abbad di Mekah
Sheikh Abdul Karim Omar al-Fatani al-Makki 
Dari  Kiri : En Anuar (PA UKE , UKE , Dato Najmuddin , Sheikh Abdul Karim
Bersama Sahabat Dari Singapore


Khutbah Terakhir Nabi Muhammad S.A.W


Khutbah ini disampaikan pada 9hb Zulhijjah, tahun 10 Hijriah di Lembah Uranah, Gunung Arafah :
"Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan, Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu dengarlah dengan telti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.

Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan Kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci.Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak.Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kami lagi. Ingatlah bahawa sesungguhnya, kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan diatas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan sekarang.

Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikuti dalam perkara-perkara kecil.

Wahai Manusia Sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu mereka juga mempunyai hak di atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka keatas kamu, maka mereka, juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam Susana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai kedalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai Manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah Allah, dirikanlah sembahyang lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikankanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah Ibadah Haji sekiranya kamu mampu. Ketahui bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama; tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal saleh.

Ingatlah, bahawa, kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggung jawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu Awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaaku.

Wahai Manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan ada lain agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, necaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah ALQURAN dan SUNNAHKU.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah aku sampaikan risalahMu kepada hamba-hambaMU.

Kisah Benar : Anak Menguruskan Jenazah Ayahnya Dari Awal Hingga Akhir



Kisah Benar... cerita daripada seorang Ustaz dalam kuliah beliau...

Ustaz tu cite pasal pengalaman die tgk sorang anak yg menguruskan jenazah ayahnya dr mula sampai akhir.. semasa memandikan ayahnya dia berdoa, semasa mengkafankan ayahnya dia berdoa dan semasa mengusung keranda ayahnya dia berdoa utk kesejahteraan ayahnya.. timbul ilham utk mengkatunkan cerita ustaz tu.. sama2 kita ambil iktibar.

Say I'm Beautiful = Tersirat=




klik pada gambar untuk melihat dengan lebih jelas...

Pesan Aishah R.A: seindah2 wanita adalah yang tidak memandang dan tidak dipandang. sebelum emo lebih lanjut try tgok dulu video Hukum meletakkan gambar di facebook by Ustaz Azhar Idrus ( Original ) :)

Wahai Muslimah.......


Pada suatu hari, Rasulullah s.a.w berjalan-jalan bersama puteri baginda, Saidatina Fatimah r.a. Setibanya mereka berdua di bawah sebatang pohon tamar, Fatimah terpijak pohon semalu, kakinya berdarah lalu mengadu kesakitan.

Fatimah mengatakan kepada bapanya apalah gunanya pohon semalu itu berada di situ dengan nada yang sedikit marah. Rasulullah dengan
tenang berkata kepada puteri kesayangannya itu bahawasanya pohon semalu itu amat berkait rapat dengan wanita. Fatimah terkejut. Rasulullah menyambung kata-katanya lagi. Para wanita hendaklah mengambil pengajaran daripada pohon semalu ini dari 4 aspek.

Pertama, pohon semalu akan kuncup apabila disentuh. Ini boleh diibaratkan bahawa wanita perlu mempunyai perasaan malu (pada tempatnya).

Kedua, semalu mempunyai duri yang tajam untuk mempertahankan dirinya. Oleh itu, wanita perlu tahu mempertahankan diri dan maruah sebagai seorang wanita muslim.

Ketiga, semalu juga mempunyai akar tunjang yang sangat kuat dan mencengkam bumi. Ini bermakna wanita solehah hendaklah mempunyai keterikatan yang sangat kuat dengan Allah Rabbul Alamin.

Dan akhir sekali, semalu akan kuncup dengan sendirinya apabila senja menjelang. Oleh itu, para wanita sekalian, kembalilah ke rumahmu apabila waktu semakin senja.

Ambillah pengajaran dari semalu walau pun ia hanya sepohon tumbuhan yang kecil.

Semua Orang Nak Barang Yang Baru-Baru Tetapi...............

Antara Jahiliyah Dulu Dan Kini


gelenglah kepala tidak mahu mengakui,
katakan sahaja ini statement jijik.
buka mata SELUAS-LUASNYA.
Rasul kita dh kata ini zaman fitnah.
Kukuhkan dakwah kita.
jangan pandang remeh lagi.

SAMPAI BILA KITA MAHU TERUS TIDUR?
 

Kisah Pramugari Koma Di Tanah Suci

Kisah benar ini telah diceritakan oleh seorang pengurus jemaah haji dan umrah, ketika peristiwa itu umur beliau dalam lingkungan 20 tahun dan masih menuntut di Universiti Al-Azhar. Kebetulan ketika itu beliau balik ke Mekah sekejap untuk menghabiskan cuti semester.

Beliau menetap di Mekah sejak 1981 selepas menamatkan pengajian di Sekolah Agama Gunung Semanggol, Perak. Keluarganya semua menetap di Mekah, kecuali beliau seorang saja yang mana sebelum ini tinggal dengan neneknya di Perak. Walaupun di usia yang muda ketika itu, beliau ditugaskan oleh bapanya, Haji Nasron untuk menguruskan jemaah haji dan umrah memandangkan beliau adalah anak sulung dalam keluarganya.

Sama-samalah kita hayati kisah ini untuk renungan bersama.

Selama hampir sembilan tahun menetap di Mekah sambil menguruskan jemaah haji dan umrah, saya telah melalui pelbagai pengalaman menarik dan pelik. Bagaimanapun, dalam banyak-banyak peristiwa itu, ada satu kejadian yang pasti tidak akan saya lupakan sampai bila-bila. Ianya berlaku kepada seorang wanita yang berusia di pertengahan 30-an, dikatakan bekerja sebagai seorang pramugari. Kejadian itu berlaku semasa saya menguruskan satu rombongan haji.

Ketibaan wanita tersebut dan rombongan haji di Lapangan Terbang Jeddah kami sambut dengan sebuah bas. Semuanya nampak riang sebab itulah kali pertama mereka mengerjakan haji. Sebaik sampai, saya membawa mereka menaiki bas dan dari situ, kami menuju ke Madinah.

Alhamdulillah, segalanya berjalan lancar hinggalah kami sampai di Madinah. Tiba di Madinah, semua orang turun dari bas berkenaan. Turunlah mereka seorang demi seorang sehingga tiba kepada giliran wanita terbabit. Tetapi tanpa sebarang sebab, sebaik sahaja kakinya mencecahkan bumi Madinah, tiba-tiba wanita itu tumbang tidak sedarkan diri. Sebagai orang yang dipertanggungjawabkan mengurus jemaah itu, saya pun bergegas menuju ke arah wanita berkenaan. “Jemaah ni sakit” kata saya pada jemaah-jemaah yang lain.

Suasana yang tadinya tenang serta merta bertukar menjadi cemas. Semua jemaah nampak panik dengan apa yang sedang berlaku.

“Badan dia panas dan menggigil. Jemaah ni tak sedarkan diri, cepat tolong saya, kita bawa dia ke hospital,” kata saya.

Tanpa membuang masa, kami mengangkat wanita tersebut dan membawanya ke hospital Madinah yang terletak tidak jauh dari situ. Sementara itu, jemaah yang lain dihantar ke tempat penginapan masing-masing. Sampai di hospital Madinah, wanita itu masih belum sedarkan diri. Berbagai-bagai usaha dilakukan oleh doktor untuk memulihkannya, namun semuanya gagal.

Sehinggalah ke petang, wanita itu masih lagi koma. Sementara itu, tugas mengendalikan jemaah perlu saya teruskan. Saya terpaksa meninggalkan wanita tersebut terlantar di hospital berkenaan. Namun dalam kesibukan menguruskan jemaah, saya menghubungi hospital Madinah untuk mengetahui perkembangan wanita tersebut. Bagaimanapun, saya diberitahu dia masih tidak sedarkan diri.

Selepas dua hari, wanita itu masih juga tidak sedarkan diri. Saya makin cemas, maklumlah, itu adalah pengalaman pertama saya berhadapan dengan situasi seperti itu. Memandangkan usaha untuk memulihkannya semuanya gagal, maka wanita itu dihantar ke Hospital Abdul Aziz Jeddah untuk mendapatkan rawatan lanjut sebab pada masa itu hospital di Jeddah lebih lengkap kemudahannya berbanding hospital Madinah. Namun usaha untuk memulihkannya masih tidak berhasil.

Jadual haji mesti diteruskan. Kami bertolak pula ke Mekah untuk mengerjakan ibadat haji. Selesai haji, sekali lagi saya pergi ke Jeddah. Malangnya, bila sampai di Hospital King Abdul Aziz, saya diberitahu oleh doktor bahawa wanita tersebut masih koma. Bagaimanapun, kata doktor, keadaannya stabil. Melihat keadaannya itu, saya ambil keputusan untuk menunggunya di hospital.

Selepas dua hari menunggu, akhirnya wanita itu membuka matanya. Dari sudut matanya yang terbuka sedikit itu, dia memandang ke arah saya. Tapi sebaik saja terpandang wajah saya, wanita tersebut terus memeluk saya dengan erat sambil menangis teresak-esak.

Sudah tentu saya terkejut sebab saya ni bukan mahramnya. Tambahan pula kenapa saja dia tiba-tiba menangis?? Saya bertanya kepada wanita tersebut, “Kenapa Puan menangis?”

“Ustaz….saya taubat dah Ustaz. Saya menyesal, saya takkan buat lagi benda-benda yang tak baik. Saya bertaubat, betul-betul taubat.”

“Kenapa pulak ni puan tiba-tiba saja nak bertaubat?” tanya saya masih terpinga-pinga. Wanita itu terus menangis teresak-esak tanpa menjawab pertanyaan saya itu.

Seketika kemudian dia bersuara, menceritakan kepada saya mengapa dia berkelakuan demikian, cerita yang bagi saya perlu diambil iktibar oleh kita semua.

Katanya, “Ustaz, saya ni sudah berumah tangga, kahwin dengan lelaki orang putih. Tapi saya silap. Saya ini cuma Islam pada nama dan keturunan saja. Ibadat satu apa pun saya tak buat. Saya tak sembahyang, tak puasa, semua amalan ibadat saya dan suami saya tak buat. Rumah saya penuh dengan botol arak. Suami saya tu saya sepak terajang, saya pukul-pukul saja,” katanya tersedu-sedan.

“Habis yang puan pergi haji ini?”

“Yalah…saya tengok orang lain pergi haji, saya pun teringin juga nak pergi.”

“Jadi apa sebab yang puan menangis sampai macam ni sekali. Ada sesuatu ke yang puan alami semasa sakit?” tanya saya lagi.

Dengan suara tersekat-sekat, wanita itu menceritakan,

“Ustaz…Allah itu Maha Besar, Maha Agung, Maha Kaya. Semasa koma tu, saya telah diazab dengan seksaan yang benar-benar pedih atas segala kesilapan yang telah saya buat selama ini.

“Betul ke puan?” tanya saya, terkejut.

“Betul Ustaz. Semasa koma itu saya telah ditunjukkan oleh Allah tentang balasan yang Allah beri kepada saya. Balasan azab Ustaz, bukan balasan syurga. Saya rasa seperti diazab di neraka. Saya ni seumur hidup tak pernah pakai tudung. Sebagai balasan, rambut saya ditarik dengan bara api. Sakitnya tak boleh nak saya ceritakan macam mana pedihnya. Menjerit-jerit saya minta ampun minta maaf kepada Allah.”

“Bukan itu saja, buah dada saya pula diikat dan disepit dengan penyepit yang dibuat daripada bara api, kemudian ditarik ke sana-sini…putus, jatuh ke dalam api neraka. Buah dada saya rentung terbakar, panasnya bukan main. Saya menjerit, menangis kesakitan. Saya masukkan tangan ke dalam api itu dan saya ambil buah dada tu balik.”

Tanpa mempedulikan pesakit lain dan jururawat memerhatikannya wanita itu terus bercerita. Menurutnya lagi, setiap hari dia diseksa, tanpa henti, 24 jam sehari. Dia tidak diberi peluang langsung untuk berehat atau dilepaskan daripada hukuman sepanjang masa koma itu dilaluinya dengan azab yang amat pedih. Dengan suara tersekat-sekat, dengan air mata yang makin banyak bercucuran, wanita itu meneruskan ceritanya,

“Hari-hari saya diseksa. Bila rambut saya ditarik dengan bara api, sakitnya terasa seperti nak tercabut kulit kepala. Panasnya pula menyebabkan otak saya terasa seperti menggelegak. Azab itu cukup pedih…pedih yang amat sangat…tak boleh nak diceritakan.”

Sambil bercerita, wanita itu terus meraung, menangis teresak-esak. Nyata dia betul-betul menyesal dengan kesilapannya dahulu. Saya pula terpegun, kaget dan menggigil mendengar ceritanya. Begitu sekali balasan Allah kepada umatnya yang ingkar.

“Ustaz…saya ni nama saja Islam, tapi saya minum arak, saya main judi dan segala macam dosa besar. Kerana saya suka makan dan minum apa yang diharamkan Allah, semasa tidak sedarkan diri itu saya telah diberi makan buah-buahan yang berduri tajam. Tidak ada isi pada buah itu melainkan duri-duri sahaja, tapi saya perlu makan buah-buah itu sebab saya betul-betul lapar.

“Bila ditelan saja buah-buah itu, duri-durinya menikam kerongkong saya dan bila sampai ke perut, ia menikam pula perut saya. Sedangkan jari yang tercucuk jarum pun terasa sakitnya, inikan pula duri-duri besar menyucuk kerongkong dan perut kita.

Habis saja buah-buah itu saya makan, saya diberi pula makan bara-bara api. Bila saya masukkan saja bara api itu ke dalam mulut, seluruh badan saya rasa seperti terbakar hangus. Panasnya cuma Allah saja yang tahu. Api yang ada di dunia ini tidak akan sama dengan kepanasannya.

Selepas habis bara api, saya minta minuman, tetapi…saya dihidangkan pula dengan minuman yang dibuat dari nanah. Baunya cukup busuk. Tapi saya terpaksa minum sebab saya sangat dahaga. Semua terpaksa saya lalui…azabnya tak pernah rasa, tak pernah saya alami sepanjang saya hidup di dunia ini.”

Saya terus mendengar cerita wanita itu dengan tekun. Terasa sungguh kebesaran Allah.

“Masa diazab itu, saya merayu mohon kepada Allah supaya berilah saya nyawa sekali lagi, berilah saya peluang untuk hidup sekali lagi. Tak berhenti-henti saya memohon. Saya kata saya akan buktikan bahawa saya tak akan ulangi lagi kesilapan dahulu. Saya berjanji tak akan ingkar perintah Allah dan akan jadi umat yg soleh. Saya berjanji kalau saya dihidupkan semula, saya akan tampung segala kekurangan dan kesilapan saya dahulu, saya akan mengaji, akan sembahyang, akan puasa yang selama ini saya tinggalkan.”

Saya termenung mendengar cerita wanita itu. Benarlah, Allah itu Maha Agung dan Maha Berkuasa. Kita manusia ini tak akan terlepas daripada balasannya. Kalau baik amalan kita maka baiklah balasan yang akan kita terima, kalau buruk amalan kita, maka azablah kita di akhirat kelak. Alhamdulillah, wanita itu telah menyaksikan sendiri kebenaran Allah.

“Ini bukan mimpi ustaz. Kalau mimpi azabnya takkan sampai pedih macam tu sekali. Saya bertaubat Ustaz, saya tak akan ulangi lagi kesilapan saya dahulu. Saya bertaubat… saya taubat Nasuha,” katanya sambil menangis-nangis.

Sejak itu wanita berkenaan benar-benar berubah. Bila saya membawanya ke Mekah, dia menjadi jemaah yang paling warak. Amal ibadahnya tak henti-henti. Contohnya, kalau wanita itu pergi ke masjid pada waktu maghrib, dia cuma akan balik ke biliknya semula selepas sembahyang subuh.

“Puan…yang puan sembahyang teruk-teruk ni kenapa. Puan kena jaga juga kesihatan diri puan. Lepas sembahyang Isyak tu puan baliklah, makan nasi ke, berehat ke…” tegur saya.

“Tak apalah Ustaz. saya ada bawa buah kurma. Bolehlah saya makan semasa saya lapar.”

Menurut wanita itu, sepanjang berada di dalam Masjidil Haram, dia mengqadakan semula sembahyang yang ditinggalkannya dahulu. Selain itu dia berdoa, mohon kepada Allah supaya mengampunkan dosanya. Saya kasihan melihatkan keadaan wanita itu, takut kerana ibadah dan tekanan perasaan yang keterlaluan dia akan jatuh sakit pula. Jadi saya menasihatkan supaya tidak beribadat keterlaluan hingga mengabaikan kesihatannya.

“Tak boleh Ustaz. Saya takut…saya dah merasai pedihnya azab tuhan. Ustaz tak rasa, Ustaz tak tau. Kalau Ustaz dah merasai azab itu, Ustaz juga akan jadi macam saya. Saya betul- betul bertaubat.” Wanita itu juga berpesan kepada saya, katanya, “Ustaz, kalau ada perempuan Islam yang tak pakai tudung, Ustaz ingatkanlah pada mereka, pakailah tudung, jaga lah aurat dengan sempurna.

Cukuplah saya seorang saja yang merasai seksaan itu, saya tak mau wanita lain pula jadi macam saya. Semasa diazab, saya tengok undang-undang yang Allah beri ialah setiap sehelai rambut wanita Islam yang sengaja diperlihatkan kepada orang lelaki yang bukan mahramnya, maka dia diberikan satu dosa. Kalau 10 orang lelaki bukan mahram tengok sehelai rambut saya ini, bermakna saya mendapat 10 dosa.”

“Tapi Ustaz, rambut saya ini banyak jumlahnya, beribu-ribu. Kalau seorang tengok rambut saya, ini bermakna beribu-ribu dosa yang saya dapat. Kalau 10 orang tengok, macam mana? Kalau 100 orang tengok? Itu sehari, kalau hari-hari kita tak pakai tudung macam saya ni??? Allah…”

“Saya berazam, balik saja dari haji ini, saya akan minta tolong dari ustaz supaya ajar suami saya sembahyang, puasa, mengaji, buat ibadat. Saya nak ajak suami pergi haji. Seperti mana saya, suami saya tu Islam pada nama saja. Tapi itu semua kesilapan saya. Saya sudah bawa dia masuk Islam, tapi saya tak bimbing dia. Bukan itu saja, saya pula yang jadi seperti orang bukan Islam.”

Sejak balik dari haji itu, saya tak dengar lagi apa-apa cerita tentang wanita tersebut. Bagaimanapun, saya percaya dia sudah menjadi wanita yang benar-benar solehah. Adakah dia berbohong kepada saya tentang ceritanya diazab semasa koma?

Tidak. Saya percaya dia bercakap benar. Jika dia berbohong, kenapa dia berubah dan bertaubat Nasuha?

Satu lagi, cubalah bandingkan azab yang diterimanya itu dengan azab yang digambarkan oleh Allah dan Nabi dalam Al-Quran dan hadith. Adakah ia bercanggah? Benar, apa yang berlaku itu memang kita tidak dapat membuktikannya secara saintifik, tapi bukankah soal dosa dan pahala, syurga dan neraka itu perkara ghaib?

Janganlah bila kita sudah meninggal dunia, bila kita sudah diazab barulah kita mahu percaya bahawa “Oh… memang betul apa yang Allah dan Rasul katakan. Aku menyesal…” Itu dah terlambat.

Firman Allah yang bermaksud:

“Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat itu meminta (secara mengejek-ejek) supaya disegerakan kedatangannya, dan (sebaliknya) orang-orang yang beriman merasa takut ngeri kepadanya serta mereka mengetahui dengan yakin bahawa ia adalah benar. Ketahuilah! Sesungguhnya orang-orang yang membantah mengenai hari kiamat itu, tetap berada dalam kesesatan yang jauh terpesong.” (Asy-Syuura 42:18)

Wallahu’alam….

Kisah Seram Ustaz Di Bilik Mayat

 
Kisah ini diceritakan oleh seorang ustaz yang bertugas memandikan mayat orang Islam di sebuah hospital kerajaan di Selangor. Semoga dapat kita ambil iktibar dan tauladan.

Lebih kurang jam 3.30 pagi, saya menerima panggilan dari Hospital Tengku Ampuan Rahimah, Klang, Selangor untuk menguruskan jenazah lelaki yang sudah seminggu tidak dituntut. Di luar bilik mayat itu cukup dingin dan gelap serta sunyi dan hening.

Hanya saya dan seorang penjaga bilik tersebut yang berada dalam bilik berkenaan. Saya membuka dengan hati-hati penutup muka jenazah. Kulitnya putih, badannya kecil dan berusia awal 20-an. Allah Maha Berkuasa.

Tiba-tiba saya lihat muka jenazah itu sedikit demi sedikit bertukar menjadi hitam. Mulanya saya tidak menganggap ia sebagai aneh, namun apabila semakin lama semakin hitam, hati saya mula bertanya-tanya. Saya terus menatap perubahan itu dengan teliti, sambil di hati tidak berhenti-henti membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Detik demi detik berlalu, wajah jenazah semakin hitam.

Selepas lima minit berlalu, barulah ia berhenti bertukar warna. Ketika itu wajah mayat berkenaan tidak lagi putih seperti warna asalnya, tetapi hitam seperti terbakar. Saya keluar dari bilik mayat berkenaan dan duduk termenung memikirkan kejadian aneh yang berlaku itu. Pelbagai pertanyaan timbul di kepala saya; apakah yang sebenarnya telah terjadi? Siapakah pemuda itu? Mengapa wajahnya bertukar hitam? Persoalan demi persoalan muncul di fikiran saya.

Sedang saya termenung tiba-tiba saya dapati ada seorang wanita berjalan menuju ke arah saya. Satu lagi pertanyaan timbul, siapa pula wanita ini yang berjalan seorang diri di bilik mayat pada pukul 4.00 pagi. Semakin lama dia semakin hampir, dan tidak lama kemudian berdiri di hadapan saya. Dia berusia 60-an dan memakai baju kurung.” Ustaz,” kata wanita itu. “Saya dengar anak saya meninggal dunia dan sudah seminggu mayatnya tidak dituntut. Jadi saya nak tengok jenazahnya.” kata wanita berkenaan dengan lembut.

Walaupun hati saya ada sedikit tanda tanya, namun saya membawa juga wanita itu ke tempat jenazah tersebut. Saya tarik laci 313 dan buka kain penutup wajahnya. “Betulkah ini mayat anak mak cik?”tanya saya. “Mak cik rasa betul… tapi kulitnya putih.” “Makcik lihatlah betul-betul.” kata saya. Selepas ditelitinya jenazah berkenaan, wanita itu begitu yakin yang mayat itu adalah anaknya. Saya tutup kembali kain penutup mayat dan menolak kembali lacinya ke dalam dan membawa wanita itu keluar dari bilik mayat.

Tiba di luar saya bertanya kepadanya. “Mak cik, ceritakanlah kepada saya apa sebenarnya yang berlaku sampai wajah anak mak cik bertukar jadi hitam?” tanya saya. Wanita itu tidak mahu menjawab sebaliknya menangis teresak-esak. Saya ulangi pertanyaan tetapi ia masih enggan menjawab. Dia seperti menyembunyikan sesuatu.”Baiklah, kalau mak cik tidak mahu beritahu, saya tak mahu uruskan jenazah anak mak cik ini. ” kata saya untuk menggertaknya. Bila saya berkata demikian, barulah wanita itu membuka mulutnya. Sambil mengesat airmata, dia berkata, “Ustaz, anak saya ni memang baik, patuh dan taat kepada saya. Jika dikejutkan di waktu malam atau pagi supaya buat sesuatu kerja, dia akan bangun dan buat kerja itu tanpa membantah sepatahpun. Dia memang anak yang baik. Tapi…” tambah wanita itu lagi “apabila makcik kejutkan dia untuk bangun sembahyang, Subuh misalnya, dia mengamuk marahkan mak cik. Kejutlah dia, suruhlah dia pergi ke kedai, dalam hujan lebat pun dia akan pergi, tapi kalau dikejutkan supaya bangun sembahyang, anak makcik ini akan terus naik angin. Itulah yang mak cik kesalkan.” kata wanita tersebut. Jawapannya itu memeranjatkan saya.

Teringat saya kepada hadis nabi bahawa barang siapa yang tidak sembahyang, maka akan ditarik cahaya iman dari wajahnya. Mungkin itulah yang berlaku. Wajah pemuda itu bukan sahaja ditarik cahaya keimanannya, malah diaibkan dengan warna yang hitam. Selepas menceritakan perangai anaknya, wanita tersebut meminta diri untuk pulang. Dia berjalan dengan pantas dan hilang dalam persekitaran yang gelap. Kemudian saya pun memandikan, mengapankan dan menyembahyangkannya.

Selesai urusan itu, saya kembali ke rumah semula. Saya perlu balik secepat mungkin kerana perlu bertugas keesokan harinya sebagai imam di Masjid Sultan Sallehuddin Abdul Aziz Shah, Shah Alam. Selang dua tiga hari kemudian, entah kenapa hati saya begitu tergerak untuk menghubungi waris mayat pemuda tersebut. Melalui nombor telefon yang diberikan oleh Hospital Tengku Ampuan Rahimah, saya hubungi saudara Allahyarham yang agak jauh pertalian persaudaraannya. Selepas memperkenalkan diri, saya berkata, “Encik, kenapa encik biarkan orang tua itu datang ke hospital seorang diri di pagi-pagi hari. Rasanya lebih elok kalau encik dan keluarga encik yang datang sebab encik tinggal di Kuala Lumpur lebih dekat dengan Klang.”

Pertanyaan saya itu menyebabkan dia terkejut, “Orang tua mana pula?” katanya. Saya ceritakan tentang wanita berkenaan, tentang bentuk badannya, wajahnya, tuturannya serta pakaiannya. “Kalau wanita itu yang ustaz katakan, perempuan itu adalah emaknya, tapi…. emaknya dah meninggal lima tahun lalu!” Saya terpaku, tidak tahu apa yang hendak dikatakan lagi. Jadi ‘apakah’ yang datang menemui saya pagi itu? Walau siapa pun wanita itu dalam erti kata sebenarnya, saya yakin ia adalah ‘sesuatu’ yang Allah turunkan untuk memberitahu kita apa yang sebenarnya telah berlaku hingga menyebabkan wajah pemuda berkenaan bertukar hitam. Peristiwa tersebut telah terjadi lebih setahun lalu, tapi masih segar dalam ingatan saya.

Ia mengingatkan saya kepada sebuah hadis nabi, yang bermaksud bahawa jika seseorang itu meninggalkan sembahyang satu waktu dengan sengaja, dia akan ditempatkan di neraka selama 80,000 tahun. Bayangkanlah seksaan yang akan dilalui kerana satu hari di akhirat bersamaan dengan seribu tahun di dunia. Kalau 80,000 tahun?
Wallahu’alam….


Pengalaman Seorang Ustaz Menguruskan Jenazah


Ini adalah kisah tauladan, kisah proses pengebumian seseorang di sebuah bandar di Jawa Timur. Nama dan alamat jenazah ini sengaja tidak disebutkan untuk menjaga nama baik jenazah dan keluarga yang ditinggalkan. Insya Allah kisah ini menjadi hikmah dan cermin bagi kita semua sebelum ajal menjemput. Kisah ini diceritakan langsung oleh seorang Modin (pengurus jenazah) kepada saya. Dengan gaya bertutur, selengkapnya ceritanya begini : Saya terlibat dalam pengurusan jenazah lebih dari 16 tahun, berbagai pengalaman telah saya lalui, sebab dalam jangka atau kurun waktu tersebut macam-macam jenis mayat sudah saya tangani. Ada yang meninggal dunia akibat kemalangan, sakit tua, sakit jantung, bunuh diri dan sebagainya.

Bagaimanapun, pengalaman mengurus satu jenazah seorang yang kaya serta berpengaruh ini, menyebabkan saya dapat kesempatan ‘istimewa’ sepanjang hidup. Inilah pertama kali saya bertemu cukup aneh, menyedihkan, menakutkan dan sekaligus memberikan banyak hikmah. Sebagai Modin tetap di kampung, saya diminta oleh anak almarhum mengurus jenazah bapanya. Saya terus pergi ke rumahnya. Ketika saya tiba sampai ke rumah almarhum tercium bau jenazah itu sangat busuk.
Baunya cukup memualkan perut dan menjijikan. Saya telah mengurus banyak jenazah tetapi tidak pernah saya bertemu dengan mayat yang sebusuk ini. Ketika saya lihat wajah almarhum, sekali lagi saya tersentuh.

Saya tengok wajahnya seperti dirundung oleh macam-macam perasaan takut, cemas, kesal dan macam-macam. Wajahnya seperti tidak mendapat nur dari Allah SWT. Kemudian saya pun ambil kain kafan yang dibeli oleh anak almarhum dan saya potong. Secara kebetulan pula, disitu ada dua orang yang pernah mengikuti kursus “fardu kifayah” atau pengurus jenazah yang pernah saya ajar. Saya ajak mereka mambantu saya dan mereka setuju.

Tetapi selama memandikan mayat itu, kejadian pertama pun terjadi, sekadar untuk pengetahuan pembaca, apabila memandikan jenazah, badan mayat itu perlu dibangunkan sedikit dan perutnya hendaklah diurut-urut untuk mengeluarkan kotoran yang tersisa. Maka saya pun urut-urut perut almarhum. Tapi apa yang terjadi, pada hari itu sangat mengejutkan.

Allah SWT berkehendak dan menunjukkan kekuasaannya kerana pada hari tersebut, kotoran tidak keluar dari dubur akan tetapi melalui mulutnya. Hati saya berdebar-debar. Apa yang sedang terjadi di depan saya ini?

Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan kotoran, saya harap hal itu tidak terulang lagi kerana saya mengurut perutnya untuk kali terakhir. Tiba-tiba ketentuan Allah SWT berlaku, ketika saya urut perutnya keluarlah dari mulut mayat itu kotoran bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup.

Ulat itu adalah seperti ulat kotoran (belatung). Padahal almarhum meninggal dunia akibat diserang jantung dan waktu kematiannya dalam tempoh yang begitu singkat mayatnya sudah menjadi demikian rupa ? saya lihat wajah anak almarhum.

Mereka seperti terkejut. Mungkin malu, terperanjat dan aib dengan apa yang berlaku pada bapanya, kemudian saya tengok dua orang pembantu tadi, mereka juga terkejut dan panik.

Saya katakan kepada mereka, “Inilah ujian Allah terhadap kita”. Kemudian saya minta salah satu seorang dari pada pembantu tadi pergi memanggil semua anak almarhum.

Almarhum pada dasarnya seorang yang beruntung kerana mempunyai tujuh orang anak, kesemuanya laki-laki. Seorang berada di luar negeri dan enam lagi berada di rumah. Ketika semua anak almarhum masuk, saya nasihati mereka.

Saya mengingatkan mereka bahwasanya tanggung jawab saya adalah membantu menguruskan jenazah bapa mereka, bukan menguruskan semuanya, tanggung jawab ada pada ahli warisnya.
Sepatutnya sebagai anak, mereka yang lebih afdal menguruskan jenazah bapa mereka itu, bukan hanya iman, hanya bilal, atau guru. Saya kemudian meminta izin serta bantuan mereka untuk menunggingkan mayat itu.

Takdir Allah ketika ditunggingkan mayat tersebut, tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup, hampir sebaskom banyaknya. Baskom itu kira-kira besar sedikit dari penutup saji meja makan.

Subhanallah suasana menjadi makin panik. Benar-benar kejadian yang luar biasa sukar diterima akal fikiran manusia biasa. Saya terus berdoa dan berharap tidak terjadi lagi kejadian yang lebih ganjil. Selepas itu saya memandikan kembali mayat tersebut dan saya ambilkan wudhu. Saya meminta anak-anaknya kain kafan.

Saya bawa mayat ke dalam biliknya dan tidak diizinkan seorang pun melihat upacara itu terkecuali waris yang terdekat sebab saya takut kejadian yang lebih aib akan terjadi. Peristiwa apa pula yang terjadi setelah jenazah diangkat ke bilik dan hendak dikafani, takdir Allah jua yang menentukan.
Ketika mayat ini diletakkan di atas kain kafan, saya dapati kain kafan itu hanya cukup menutupi hujung kepala dan kaki tidak ada lebih, maka saya tak dapat mengikat kepala dan kaki. Tidak keterlaluan kalau saya katakan ia seperti kain kafan itu tidak mahu menerima mayat tadi.

Tidak apalah, mungkin saya yang silap semasa memotongnya. Lalu saya ambil pula kain, saya potong dan tampung di tempat-tempat yang kurang. Memang kain kafan jenazah itu jadi sambung-menyambung, tapi apa mau dikata, itulah yang dapat saya lakukan.

Dalam waktu yang sama saya berdoa kepada Allah “Ya Allah, jangan kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sekadar peringatan kepada hamba-Mu ini.”

Selepas itu saya beri taklimat tentang solat jenazah tadi, satu lagi masalah timbul, jenazah tidak dapat dihantar ke tanah pekuburan kerana tidak ada kereta jenazah/mobil ambulance.

Saya hubungi kelurahan, pusat Islam, masjid, dan sebagainya, tapi susah. Semua sedang digunakan, beberapa tempat tersebut juga tidak mempunyai kereta jenazah lebih dari satu kerana kereta yang ada sedang digunakan pula.

Suatu hal yang saya fikir bukan sekedar kebetulan. Dalam keadaan itu seorang hamba Allah muncul menawarkan bantuan. Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar untuk mengeluarkan van/sejenis kereta pick-up dari garaj rumahnya. Kemudian muncullah sebuah van.

Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk meletakkan vannya itu dirumah almarhum, tiba-tiba isterinya keluar. Dengan suara yang tegas dia berkata dikhalayak ramai:

“Mas, saya tidak benarkan kereta kita ini digunakan untuk angkat jenazah itu, sebab semasa hayatnya dia tidak pernah mengizinkan kita naik keretanya.”

Renungkanlah kalau tidak ada apa-apanya, tidak mungkin seorang wanita yang lembut hatinya akan berkata demikian. Jadi saya suruh tuan yang punya van itu membawa kembali vannya.

Selepas itu muncul pula seorang lelaki menawarkan bantuannya. Lelaki itu mengaku dia anak murid saya. Dia meminta izin saya dalam 10-15 minit membersihkan keretanya itu. Dalam jangka waktu yang ditetapkan itu, muncul kereta tersebut, tapi dalam keadaan basah dibasuh.

Kereta yang dimaksudkan itu sebenarnya lori. Dan lori itu digunakan oleh lelaki tadi untuk menjual ayam ke pasar, dalam perjalanan menuju kawasan pekuburan.

Saya berpesan kepada dua pembantu tadi supaya masyarakat tidak usah membantu kami menguburkan jenazah, cukup tinggal di camping saja akan lebih baik. Saya tidak mahu mereka melihat lagi peristiwa ganjil. Rupanya apa yang saya takutkan itu berlaku sekali lagi, takdir Allah yang terakhir amat memilukan.

Sesampainya Jenazah tiba di tanah pekuburan, saya perintahkan tiga orang anaknya turun ke dalam liang dan tiga lagi menurunkan jenazah.

Allah berkehendak semua atas makhluk ciptaan-Nya berlaku, semasa jenazah itu menyentuh ke tanah tiba-tiba air hitam yang busuk baunya keluar dari celah tanah yang pada asal mulanya kering.

Hari itu tidak ada hujan, tapi dari mana datang air itu? sukar untuk saya menjawabnya. Lalu saya arahkan anak almarhum, supaya jenazah bapa mereka dikemas dalam keranda dengan hati-hati.

Saya takut nanti ia terlentang atau telungkup na’udzubillah. Kalau mayat terlungkup, tak ada harapan untuk mendapat syafa’at Nabi. Papan keranda diturunkan dan kami segera timbun kubur tersebut.

Selepas itu kami injak-injak tanah supaya mampat dan bila hujan ia tidak mendap/ambrol. Tapi sungguh menghairankan, saya perhatikan tanah yang diinjak itu menjadi lecak. Saya tahu, jenazah yang ada di dalam telah tenggelam oleh air hitam yang busuk itu.

Melihat keadaan tersebut, saya arahkan anak-anak almarhum supaya berhenti menginjak tanah itu. Tinggalkan lobang kubur 1/4 meter.

Maksudnya kubur itu tidak ditimbus hingga ke permukaan lubangnya, tapi ia seperti kubur berlubang. Tidak cukup dengan itu, apabila saya hendak bacakan talqin, saya lihat tanah yang diinjak itu ada kesan serapan air.

Masya Allah, dalam sejarah peristiwa seperti itu terjadi. Melihat keadaan itu, saya ambil keputusan untuk selesaikan penguburan secepat mungkin.

Sejak lama terlibat dalam penguburan jenazah, inilah mayat yang saya tidak talqimkan. Saya bacakan tahlil dan doa yang paling ringkas.

Setelah saya pulang ke rumah almarhum dan mengumpulkan keluarganya. Saya bertanya kepada isteri almarhum, apakah yang telah dilakukan oleh almarhum semasa hayatnya.

1. Apakah dia pernah menzalimi orang alim ?
2. Mendapat harta secara merampas, menipu dan mengambil yang bukan haknya?
3. Memakan harta masjid dan anak yatim ?
4. Menyalahkan jabatan untuk kepentingan sendiri ?
5. Tidak pernah mengeluarkan zakat, sedekah atau infaq ?

Isteri almarhum tidak dapat memberikan jawabannya. Memikirkan mungkin dia malu Untuk memberi tahu, saya tinggalkan nombor telefon rumah. Tapi sedihnya hingga sekarang, tidak seorang pun anak almarhum menghubungi saya.

Untuk pengetahuan umum, anak almarhum merupakan orang yang berpendidikan tinggi hingga ada seorang yang beristerikan orang Amerika, seorang dapat isteri orang Australia dan seorang lagi isterinya orang Jepun.

Peristiwa ini akan tetap saya ingat. Dan kisah ini benar-benar nyata bukan rekaan. Semua kebenaran saya kembalikan kepada Allah SWT pencipta alam ini. Kepada kita semua pembaca setia renungan Media Informasi ini, tanyalah diri kita akankah kita menginginkan peristiwa itu terjadi pada diri kita sendiri, ibu, bapa kita, anak kita atau kaum keluarga kita ?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...